NO WASTING TIME!

Mendamba UN yang Jujur

OPINI | Dimuat di Jurnal Nasional pada Senin 18 April 2011

Sertifikasi Otomatis Cetak Guru Profesional?

Dimuat di Harian Solopos pada Selasa 4 Nopember 2008

Wajah Bopeng Pendidikan Kita

Refleksi Hardiknas

Kaji Ulang Ujian Nasional

Dimuat di Jurnal Nasional pada Sabtu 11 Mei 2013

Setelah RSBI dibubarkan

OPINI | Sutrisno, Guru SMPN 1 Wonogiri

Minggu, 30 Mei 2021

PERBUB NO 10 TAHUN 2021 TENTANG PAKAIAN DINAS ASN DI KABUPATEN WONOGIRI




Peraturan Bupati Wonogiri Nomer 10 tahun 2021 tentang pakaian dinas Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Wonogiri.

File PDF bisa di DOWNLOAD pada link di bawah ini:

DOWNLOAD PERBUP NO 10 TAHUN 2021

Kisi-Kisi Penilaian Akhir Tahun (PAT) Mapel Bahasa Inggris




SMP Negeri 1 Wonogiri

Kisi-Kisi Penilaian Akhir Tahun Mata Pelajaran Bahasa Inggris bisa diunduh pada link di bawah ini.

Klik DOWNLOAD sesuai kelas yang di inginkan!

KELAS VII DOWNLOAD di sini

KELAS VIII DOWNLOAD di sini


Jangan ketinggalan informasi kegiatan sekolah dengan menyaksikan tayangan-tayangan video di bawah ini:

trisnosolo channel

SMP Negeri 1 Wonogiri Official

Cakra Baskara Official

Senin, 10 Mei 2021

Mewujudkan Sekolah Aman bagi Semua

 Oleh Sutrisno


Orangtua harus berperan sebagai garda terdepan dalam membentengi anak dari segala jenis kekerasan. Orangtua memegang peranan terpenting sebagai pendidik pertama dan utama anak serta membentuk karakter sang anak.


Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim mengaku sedang berupaya mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman bagi siswa di sekolah. Adapun caranya dengan menerapkan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan bagi Jenjang PAUD, Dasar, dan Menengah.

Kemendikbud juga tengah merancang peraturan pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di perguruan tinggi guna menindaklanjuti permasalahan (Kompas.com, 9/3/2021).

Sejatinya, permendikbud tersebut mendorong agar sekolah, dan juga pemerintah daerah, melakukan upaya penanggulangan terhadap tindak kekerasan. Lingkupannya dimulai dari tindak kekerasan terhadap siswa, tindak kekerasan yang terjadi di sekolah, terjadi dalam kegiatan sekolah yang digelar di luar wilayah sekolah, hingga tawuran antarpelajar.

Sekolah ataupun tenaga pendidik, baik guru maupun kepala sekolah, terancam dikenai sanksi jika terbukti melakukan pembiaran terhadap tindak kekerasan yang terjadi di sekolah.

Situasi pandemi Covid-19 ternyata juga rentan terhadap kekerasan anak sekolah. Kasus kekerasan anak di sekolah sudah sangat parah. Perilaku ini sudah terjadi di hampir seluruh sekolah di Indonesia. Terbaru, seorang oknum kepala sekolah SMK swasta di Surabaya, Jawa Timur, menjanjikan akan memberikan potongan pembayaran SPP kepada siswi SMK yang ia cabuli.

Sekolah yang semestinya menjadi rumah kedua memperoleh pendidikan dan perlindungan justru menciptakan budaya kekerasan.

Terus, beredarnya video pelecehan seksual terhadap siswi di SMK di Bolaang Mongondow (Bolmong). Tindakan asusila itu terjadi di dalam kelas dan dilakukan teman-temannya sendiri. Pendidikan yang seharusnya memanusiakan manusia kerap menjadi tempat suburnya praktik-praktik kekerasan. Sekolah yang semestinya menjadi rumah kedua memperoleh pendidikan dan perlindungan justru menciptakan budaya kekerasan.

Padahal, sudah ada payung hukum perlindungan untuk anak melalui UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Inpres No 5/2014 tentang Gerakan Nasional Antikejahatan Seksual terhadap Anak, dan UU No 11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Intinya, perangkat hukum itu secara tegas menyebutkan bahwa hak anak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Hemat saya, anak-anak korban kekerasan di sekolah adalah yang kurang mendapatkan perhatian di lingkungan rumah dan cenderung pernah mengalami kekerasan secara fisik ataupun verbal. Di samping itu, maraknya tontonan kekerasan di televisi juga faktor penyebab kekerasan anak di sekolah.

Dalam sebuah artikel karya George Gerbner dan Kathleen Connolly berjudul ”Television as New Religion” (1980) jelas disebutkan, televisi sebagai surrogate parent ataupun substitute teacher sehingga para orangtua, guru, dan pemuka agama telah kehilangan peran mereka di hadapan anak-anak. Waktu yang dihabiskan anak-anak untuk menonton televisi, media sosial, lebih banyak daripada saat berbagi peran dengan orangtua.

Selain dari televisi yang sering menayangkan adegan kekerasan, beraneka ragam jenis permainan atau gim (game) atau Playstation yang menyuguhkan aksi kekerasan, di mana pemain menjadi aktornya, yang begitu mudah diakses kapan saja juga menyumbang tumbuhnya virus kekerasan anak. Sebab, permainan-permainan tersebut cenderung mudah ditiru anak usia SD.

Celakanya, orangtua lalai, abai, atau belum mampu mengawasi muatan permainan yang disukai anak-anaknya. Kesibukan orangtua sering kali dimanfaatkan anak untuk bermain gim video bersama teman-temannya.

Kecanduan gim video bermuatan kekerasan yang bersifat mematikan musuh sangat berbahaya bagi perkembangan mental anak. Bisa jadi anak tumbuh dengan karakter suka melakukan pengeroyokan, penyiksaan, perampasan, tawuran, dan penganiayaan yang berujung maut.

Harus diingat, anak didik sebagai generasi pelanjut kepemimpinan, eksistensinya sangat menentukan nasib bangsa ini di masa depan. Maka, mari wujudkan sekolah aman bagi semua!

Pertama, sekolah perlu pembenahan sistem pendidikan. Sistem pendidikan harus berimbang dalam menanamkan nilai-nilai karakter, fungsi sosial, dan akademik sehingga keluaran pendidikan benar-benar menjadi sosok yang ”utuh” dan ”paripurna”; menjadi pribadi yang berkarakter jujur, rendah hati, dan responsif terhadap persoalan-persoalan kebangsaan.

Segera implementasikan program Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) yang dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2015 supaya sekolah sebagai taman untuk menumbuhkan karakter-karakter positif bagi peserta didik.

Lingkungan sekolah harus menjadi wilayah anti-kekerasan. Siswa di sekolah harus mendapatkan perlindungan dari kekerasan, baik yang dilakukan peserta didik, guru, maupun pengelola sekolah lain.

Sekolah, guru, dan pemerintah daerah semaksimal dan sebaik mungkin mengimplementasikan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015, khususnya dalam penanggulangan, pemberian sanksi, dan pencegahan kekerasan anak di sekolah. Sekolah perlu membentuk satuan kerja pencegahan kekerasan supaya bisa mencegah potensi kekerasan di lingkungan sekolah.

Kedua, peran guru dalam pengawasan terhadap semua anak didiknya. Menurut Rhenald Kasali (2014), kalau guru memiliki kemampuan observasi yang kuat, tak satu pun masalah anak luput dari catatan dan sentuhannya. Guru menjadi orang pertama yang membaca mengapa anak tiba-tiba menjadi amat takut, sakit, memukul teman-temannya, kurang bergairah, cerewet, asyik dengan dirinya sendiri, banyak melamun, dan seterusnya.

Guru harus mampu menjalankan peran dan fungsinya untuk menaburkan, menanamkan, menyuburkan, dan sekaligus mengakarkan nilai-nilai akhlak serta budi pekerti sehingga anak didik memiliki pedoman dalam berperilaku.

Ketiga, orangtua harus berperan sebagai garda terdepan dalam membentengi anak dari segala jenis kekerasan.

Ketiga, orangtua harus berperan sebagai garda terdepan dalam membentengi anak dari segala jenis kekerasan. Orangtua memegang peranan terpenting sebagai pendidik pertama dan utama anak serta membentuk karakter sang anak.

Perhatian, kasih sayang, dan pengawasan harus intensif diberikan kepada anak, baik di dalam maupun luar rumah, termasuk permainan gim video dan smartphone. Berkomunikasi dengan anak juga sangat penting untuk mendengar, curhat, dan meminta pendapat sehingga anak merasa ”diorangkan”.

Keempat, menuntut pemerintah supaya segera menghentikan tayangan-tayangan kekerasan, mistik, pornografi, dan tayangan lain yang tidak mendidik bagi proses tumbuh kembang anak serta pemerintah dan orangtua bertanggung jawab untuk memberikan arahan dan panduan kepada anak karena mereka masih membutuhkan itu dalam proses evolusi kapasitas menjadi personal yang tidak lagi dependen dan menuju kedewasaannya. Mari wujudkan sekolah aman bagi semua, aman bagi siswa, aman bagi guru, dan aman di lingkungan sekolah.

Sutrisno, Pendidik, Alumnus Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)

Artikel ini dimuat di Kompas Id pada tanggal 3 Mei 2021
https://www.kompas.id/baca/opini/2021/05/03/mewujudkan-sekolah-aman-bagi-semua/

Jumat, 05 Maret 2021

KISI-KISI PENILAIAN TENGAH SEMESTER (PTS) GENAP TAHUN 2020/2021 MAPEL BAHASA INGGRIS SMP


Kisi-Kisi Penilaian Tengah Semester (PTS) Genap tahun 2020/2021
Mata Pelajaran Bahasa Inggris

SMP Negeri 1 Wonogiri

Silahkan download sesuai kelas kalian pada link di bawah ini:

KELAS 7 DOWNLOAD DISINI

KELAS 8 DOWNLOAD DISINI

KELAS 9 DOWNLOAD DISINI

GOOD LUCK!



Temen-temen.... Jangan lupa subscribe channel YouTube RESMI SMP Negeri 1 Wonogiri  pada link di bawah ini ya.... atau scan barcode di atas... Ikuti informasi dan kegiatan sekolah pada channel tersebut... OK see you there!

https://www.youtube.com/channel/UC_9_rmqAqgVpRamwW0dm1jA


Senin, 08 Februari 2021

MANFAAT HOBBY MANCING

 MAMOX MANCING MANIA



Tonton Video Lengkap di Link https://www.youtube.com/watch?v=nLk7ib1Q0x4
Tonton Video Lengkap di Link https://www.youtube.com/watch?v=0RM7mdl_SUw&t=176s


MANFAAT HOBBY MEMANCING

        Banyak orang beranggapan bahwa hobby memancing sebagai hobby yang membuang-buang uang dan waktu. Hal ini bisa dipahami karena perangkat atau prperty yang dibutuhkan cukup menguras dompet. Tetapi anggapan itu tidak sepenuhnya benar karena banyak manfaat yang diperoleh dari hobby mancing atau memancing ikan. Selain olah raga memancing ikan juga memberikan efek perasan bahagia pada si pehobby yang tidak bisa diukur dengan materi atau uang.

Memberikan Rasa Bahagia
        Saat-saat menyenangkan adalah ketika umpan di mata kail mendapat sambaran ikan tidak penting apakah ikan tersebut akhirnya bisa didapat atau tidak. Perasaan bahagia semakin membuncah ketika ikan benar-benar menyangkut di mata kail. Joran yang melengkung putaran rel yang berderit sebagai tanda ada perlawanan dari ikan membuat hati gembira. Apalgi kalu saat itu ada pemancing lain di sekitarnya maka suasana akan semakin ramai. Benar-benar suasana seperti itu memberi warna baru dalam hari-hari si pemancing yang sangat berkesan dan sulit dilupakan.

Penangkal Stress
        Disela sela kesibukan bekerja mencari nafkah perlu adanya suasana santai yang menghibur. Suasana yang tenang alami pemandangan air yang menyejukkan mungkin menjadi salah satu alternatif penyejuk jiwa. Suasana ketika memancing ikan dapat embuat santai jiwa raga. Sambil menunggu umpan dimakan si pemancing juga bisa melakukan aktifitas yang lain seperti bercanda dg teman, membaca buku, menikmati pemandangan di sekitar atau membangun hubungan sosial denga pemancing lain. Saat mendapatkan ikan percayalah itu momen yang sangat membahagiakan tak peduli jenis dan ukuran ikan yang didapat.
        Dengan pergi memancing bararti juga sedang berpiknik. Mengapa para pemancing sangat menikmati susasana seperti ini? Karena mereka tahu bakal datang ke tempat-tempat yang baru, tempat yang cantik yang mungkin saja belum terjamah atau belum pernah mereka datangi yaitu spot baru. Ini dapat menjadi satu pelualangan yang seru. Selalu saja ada cerita yang menarik dari pemancing sepulangnya mereka memancing ikan.

Melatih Sabar Dan Kosentrasi
        Memancing ikan itu sebenarnya tidak sesimple yang kita aabayangkan, tinggal lempar umpan lalu menunggu umpan itu dimakan ikan dan ikan didapat. Memancing butuh kesabaran tingkat tinggi. Pelajaran yang bisa dipetik dari memancing adalah melatih kesabaran. Bahwa harus sabar dalam melakukan usaha atau melangkah dalam kehidupan ini.
        Memancing ikan juga melatih konsentrasi, harus bisa menentukan kapan waktu terbaik yang tepat untuk mengangkat joran atau mengguling tali senar. Kapan saat yang pas untuk menyentakkan mata kail agar ikan benar-benar tersangkut dan bisa didapat.
        



TENTANG ASESMEN NASIONAL

 


BUKU PANDUAN DAN TANYA JAWAB TENTANG ASESMEN NASIONAL

DAPAT DI DOWNLOAD PADA LINK DI BAWAH INI:

BUKU PANDUAN ASM

TANYA JAWAB TENTANG ASESMEN NASIONAL

FILE SHARE SLIDE KEMENDIKDUD

FILE SHARE EDUBRAND


Dapatkan info terbaru tentang pembelajaran di channel YouTube trisnosolo

Writing A Recount Text 

Describing People 

Simple Past Tense

Video Asesmen Nasional

Materi Kelas 8 Semester 2


Channel YouTube trisnosolo jangan lupa subscribe, like dan share ya... terima kasih 

Rabu, 25 November 2020

KISI-KISI BAHASA INGGRIS PAS GANJIL TAHUN 2020/2021

 


KISI-KISI BAHASA INGGRIS PAS GANJIL TAHUN 2020/2021 

Untuk kalangan sendiri

SMP Negeri 1 Wonogiri

Silahkan download sesuai kelas kalian masing-masing

di link bawah ini:

KELAS 7 DOWNLOAD disini

KELAS 8 DOWNLOAD disini

KELAS 9 DOWNLOAD disini