NO WASTING TIME!

Mendamba UN yang Jujur

OPINI | Dimuat di Jurnal Nasional pada Senin 18 April 2011

Sertifikasi Otomatis Cetak Guru Profesional?

Dimuat di Harian Solopos pada Selasa 4 Nopember 2008

Wajah Bopeng Pendidikan Kita

Refleksi Hardiknas

Kaji Ulang Ujian Nasional

Dimuat di Jurnal Nasional pada Sabtu 11 Mei 2013

Setelah RSBI dibubarkan

OPINI | Sutrisno, Guru SMPN 1 Wonogiri

Selasa, 30 Juni 2020

Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Wonogiri Tahun 2019/2020

Pelepasan Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Wonogiri Tahun 2019/2020

Related Videos
1. Pelepasan Online:
https://youtu.be/gVMRsQS2Kvk
2. Pengalungan Samir IXA:
https://youtu.be/OEz_1QyJh2o
3. Pengalungan Samir IXB:
https://youtu.be/gfaW-i3-mu4
4. Penghargaan Rangking 123:
https://youtu.be/FEa55AETqNo
5. Pengalungan Samir 9J
https://youtu.be/iNYyewhBuzw
6. Pengalungan Samir 9i
https://youtu.be/uAl-_VDyfHc
7. Pengalungan Samir 9H
https://youtu.be/13iWX4WQBjI
8. Pengalungan Samir 9C
https://youtu.be/EglxdAJ-WcA
9. Pengalungan Samir 9D
https://youtu.be/2QEv6zMieh0
10. Pengalungan Samir 9C
https://youtu.be/Ks5nRJsM0yA

#PelepasanSiswaSpensari #smpn1wonogiri

Kamis, 28 Mei 2020

DIA BUKAN PENGEMIS



"DIA BUKAN PENGEMIS"

Suatu malam setelah maghrib, aku mengendarai mobil ke rumah. Tiba2 rasa migren nyeri menyerang kepala hingga aku menepikan mobilku…
Berhenti sejenak menunggu rasa nyeri berkurang, aku berusaha mengalihkan pikiran dengan melihat sekeliling....
Tiba2 kaca mobilku diketuk seorang anak laki2 kira-kira umur 12 tahun.
“Pak… Bapak mau parkir? Saya bantuin untuk parkir mobilnya ya….” katanya...

“Belum sekarang, saya mau istirahat dulu,” jawabku.

“Kalau gitu apa Bapak punya uang 2000 ?” tanya anak itu.

Karena aku sedang tidak mau diganggu, aku buru2 serahkan uang itu. Aku pikir anak ini mungkin cuma mau minta2. Aku amati anak itu...dia mendekati tukang gorengan lalu membeli beberapa. Kemudian gorengan itu dia berikan pada sesosok orang tua yang duduk di bawah tiang listrik.
Ketika dia melewati samping mobilku, aku buka kaca dan memanggilnya.

“Eh… dik sini…itu siapa?” tanyaku.

“Gak tau Pak… bapak2 tua…, saya juga baru saja ketemu...” jawabnya...

“Loh, tadi kamu minta uang ke saya beli gorengan, kenapa diberikan ke bapak itu ?”

“Oh…saya tadi duduk di situ, ngobrol sama bapak itu. Bapak itu katanya puasa… Tadi saya lihat buka puasanya cuma minum…. Katanya uangnya habis. Hari ini saya nggak jualan koran... Tanggal merah pak..  Jadi ga punya uang.. . Saya cuma ada 1000, kalau beli gorengan cuma dapat 1 kasihan ga kenyang. Makanya saya minta bapak 2000. Biar dapat 3... Bapak mau parkir sekarang ? Saya bantuin parkir ya pak… Bapak kan udah bayar. Kalau saya sebenernya bukan tukang parkir,” katanya tertawa sambil garuk garuk pipinya.

Aku terdiam. Tadi aku pikir anak ini pengemis seperti anak2 yang biasa mangkal di jalan. Ternyata aku salah besar.
“Terus uang kamu habis dong dik?” tanyaku.

“Iya pak… Nggak apa2… Besok bisa jualan koran… Insya Allah ada rejekinya lagi.”

“Kalau gitu Bapak ganti ya uangnya dik … Sekalian sisanya buat jajan…” kataku sambil menyerahkan lembaran uang Rp 20.000,-.

“Nggak usah pak… Jangan… Ibu saya sebetulnya melarang saya minta2... Makanya saya tawarin Bapak parkirin mobil bapak. Soalnya tadi saya kasihan bapak itu aja. Cuma saya bener2 nggak punya uang,”  katanya lagi...

“Eh… bapak minta maaf ya tadi salah sangka sama kamu… Kirain kamu tukang minta2” kataku merasa bersalah.

“Saya yang minta maaf pak… Saya jadi minta uang duluan sama bapak.. Padahal saya belum kerja.”

“Sama2lah… Ini ambil uangnya… Ini kamu nggak minta, bapak yang beri...” kataku.

“Nggak Pak, Makasih. Bapak mau parkir sekarang ?” tanyanya lagi.

“Nggak… Bapak nggak usah dibantu parkir,” kataku.

“Beneran pak ? Soalnya saya mau jemput adik saya ngaji dulu bu… Takut nangis kalau kelamaan telat jemputnya…”

“Udah, sana jemput aja adiknya…” kataku tersenyum.

“Makasih ya, Pak…” katanya setengah berlari meninggalkan saya yang termangu.
Saya menoleh ke tiang listrik, bapak tua itu sudah pergi. Saya lihat dari spion mobil, anak itu berjalan setengah berlari.

Diluar sana banyak orang tidak seberuntung kita, tapi mereka masih memikirkan sesama, masih berusaha bersedekah dan sangat yakin akan jaminan rezeki.

Terima kasih nak, kamu hari ini telah memberikan pelajaran akhlaq yang luar biasa untuk saya … Semoga hidupmu berlimpah berkah dan rezeki....

Saya starter mobilku dan melaju pelan2 menuju rumah.
Aku sediiih dan menangis,  kerena belum bisa berbuat banyak untuk sesama....

Berbagi tak harus menunggu kaya

#muhasabahdiri
Dari Nenk Azka
Seperti yang ditulis di wall fb Mila Karmila

Kamis, 30 April 2020

NEO-CORTEX VS CROC BRAIN


Neo-Cortex vs Croc Brain

Terkadang kita tidak menyadari bahwa sebagian terbesar status-status atau meme-meme di media-sosial yang menimbulkan kontroversi memang di-desain secara khusus untuk memicu perdebatan, percekcokan, silang sengkarut orang ramai.

Targetnya menciptakan Segregasi Sosial berdasarkan kelompok; membangun dan mengentalkan sikap ingroup-outgroup dalam masyarakat.

Tujuan akhirnya?

Menciptakan Kelompok Pendukung politik yang fanatik, pemarah dan ‘Kebal terhadap Data dan Fakta’ yang disodorkan kepadanya.

Kok bisa? Bisa saja…, bisa sekali!

Dengan cara bagaimana?

Menggunakan teknik Hypnowriting!

Bagaimana saya bisa bicara demikian?
Karena saya mengetahui teknik tersebut, menguasainya dengan baik dan sudah lama menggunakannya untuk keperluan wawancara investigasi.

Pertanyaan berikutnya, “Siapa orang-orang yang menggunakan Teknik Hypnowriting di atas?”

Para Cyber-Army kedua kubu-politik yang bersaing, baik di kubu-Pemerintah maupun Oposisi!
Mereka (para Cyber Army), bisa relawan, bisa pula orang profesional, tentara-Cyber sewaan, Cyber-Mercenaries.

Apa yang disasar?
CROC BRAIN manusia, dimana Security/Insecurity Feeling berada.
Kedua jenis perasaan tersebut adalah Basic Instinct, Landasan Survival Spirit Manusia.

Cara menguliknya bagaimana?
Dengan mendesain narasi-narasi dan gambar-gambar yang disisipi Pesan Subliminal, yakni ‘Pesan Tersembunyi’.

Pesan tersembunyi tersebut berupa Pesan yang tidak akan ditangkap oleh Neo-Cortex di mana pikiran Kritis dan Logika berada, namun langsung menusuk ke Croc Brain!

Contoh nyata,
Apa (yang jadi) target menggembar-gemborkan isu 10 juta naker-Cina masuk ke Indonesia?
Rasa takut kehilangan pekerjaan, rasa takut tidak-kebagian lapangan kerja, rasa takut menganggur.

Konsekuensinya?
Reaksi-Primitif pun akan langsung terpicu pada saat Croc Brain merasa terancam.

Dan hampir semua orang tidak paham, bahwa REAKSI PRIMITIF CROC BRAIN TIDAK DAPAT DIHADAPI DENGAN DATA.

Silahkan Anda berbusa-busa menyangking Data satu gerobak dari sumber-sumber yang kredibel…, percumaaa Saudara… Kenapa?

Karena, DATA, hanya bisa dicerna oleh otak modern, Neo Cortex, bukan oleh Croc Brain.

Jadi, terjawab sudah keheranan Anda soal kebal-data itu kan?

Lalu bagaimana menghadapinya?

Silahkan sajikan Data, ga masalah.

Hanya saja sejak sekarang, sebaiknya Anda mesti membangun kesadaran bahwa Data tersebut tidak untuk mereka yang kebal data!

Tapi untuk memelihara kewarasan orang lain yang masih mengedepankan Neo Cortex-nya untuk berpikir.

Itu target yang harus Anda bidik.

Adopted from
Oleh : Haryoko R. Wirjosoetomo
https://www.mediagaruda.co.id/2019/05/29/apa-itu-hypnowriting-dan-croc-brain/

*) Sekedar menyimpan sebuah tulisan untuk saya mengingat-ingat pembelajaran yg saya peroleh hari ini dg menonton tayangan di YouTube
https://youtu.be/ZRg8H82Of_w
kemudian saya cari referensinya... dan saya menemukan tulisan ini. Saya rasa bagus, ini pengetahuan baru bagi saya tentang HIPNOWRITING.
Solo, 30 April 2020 | 05:45 WIB

Kamis, 16 April 2020

Karya Siswa Ditengah Tengah Wabah Covid 19

Sebagian Karya Siswa Siswi SMP Negeri 1 Wonogiri Selama #StayAtHome #SchoolFromHome

POSTER
Video Poster #1

Video Poster #2

Video Komik 

Video Siswa Mendalang

Video Kegiatan Berjemur


Minggu, 01 Maret 2020

KISI-KISI PTS GENAP 2019/2020

Snow White watch the video

The King and Macaw Parrots (video)


Rapunzel watch the video

Kisi-Kisi PTS Genap Tahun 2019/2020
Mapel Bahasa Inggris
SMP Negeri 1 Wonogiri

Kelas 7 DOWNLOAD disini
Kelas 8 DOWNLOAD disini
Kelas 9 DOWNLOAD disini

Sabtu, 22 Februari 2020

POS UJIAN NASIONAL 2019/2020 TINGKAT SMP

POS UJIAN NASIONAL

DOWNLOAD disini

AKM DAN RPP SEDERHANA

Sekilas Gambaran AKM
(Asesmen Kompetensi Minimum)

AKM dan survei karakter, terdiri dari soal-soal yang mengukur kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Bentuk soal AKM akan diperkenalkan kepada siswa yang mengikuti simulasi UN tahun ini, sehingga ada kemungkinan pula bentuk-bentuk soal tersebut juga akan keluar saat UN utama nantinya. Sedangkan bagi guru juga akan diperkenalkan bentuk soal AKM sebagai gambaran bagaimana mengelola proses pembelajaran kedepannya dan bagaimana melakukan penilaian dengan bentuk soal AKM.

Bentuk soal AKM yang diperkenalkan kepada guru, tidak terbatas hanya untuk guru mata pelajaran yang di UN-kan saat ini, akan tetapi untuk semua guru mata pelajaran. Artinya bentuk soal AKM merupakan bentuk soal lintas kompetensi, lintas bidang dan/atau lintas mata pelajaran. Tidak lagi membedakan mata pelajaran secara signifikan akan tetapi melihat sebuah kompetensi sebagai gambaran utuh dari puzzle berbagai mata pelajaran. Mata pelajaran yang ada akan menjadi “tools” untuk membentuk kompetensi tersebut.

Menurut Pak Menteri, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah kompetensi yang benar-benar minimum di mana kita bisa memetakan sekolah-sekolah dan daerah-daerah berdasarkan kompetensi minimum. Ini kompetensi minimum kompetensi dasar yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun materinya. Ini adalah kompetensi minimum yang dibutuhkan murid untuk bisa belajar apa pun mata pelajarannya.

Selanjutnya Pak Menteri juga menjelaskan bahwa materi AKM ada dua yaitu literasi (baca-tulis) dan numerasi. “Literasi' bukan sekadar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan 'numerasi' adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dia menekankan 'literasi' dan 'numerasi' bukan tentang mata pelajaran bahasa atau matematika, melainkan kemampuan murid-murid menggunakan konsep itu untuk menganalisis sebuah materi. Bukan berdasarkan mata pelajaran lagi. Bukan berdasarkan penguasaan konten materi.

tahun ini AKM dan survey karakter diujicobakan, baik pada siswa maupun guru. Rencananya tahun 2021 AKM dan survey karakter sudah diterapkan sebagai pengganti UN.

Sekelumit Cerita dari rekan yg sudah mengikuti AKM guru di SMK

...........Setelah submit, ada perintah mulai mengerjakan soal. Tara…!!! Benar juga, redaksi soalnya panjang-panjang, bahkan ada yang sehalaman, banyak gambar, grafik, table, dan diagram. Menjawabnya pun ada yang dengan mencentang boleh lebih dari satu. Ada yang memilih salah atau benar, pilihan ganda, dan ada pula yang uraian. Untuk yang jawaban berupa uraian ini dibatasi jumlah karakternya.

Soal hanya 10 buah dengan durasi 30 menit. Tapi yaitu, kami harus membaca dan memahami stimulusnya terlebih dahulu. Terkadang harus mengulang agar lebih mengerti. Ketika menjawab pun, kami terlebih dahulu harus membandingkan, mengidentifikasi, menganalisa dan juga menyimpulkan terhadap permasalahan yang ditanyakan. Hal itu tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa, kami benar-benar harus berkonsentrasi agar bisa menalar dengan baik.

Setelah selesai, ternyata masih ada soal sesi berikutnya yaitu survey karakter. Jumlahnya 13 buah dengan durasi 30 menit. Kali ini berupa soal pilihan ganda yang berisi kasus-kasus yang redaksinya lebih pendek. Tepatnya soal-soal yang sesi dua ini mengarah pada penilaian kepribadian. Jadi kita diminta memilih alternative-alternatif jawaban yang menurut kita tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ditanyakan.

Ooo…ternyata AKM itu begini to? Menurutku sangat bagus jika siswa dibiasakan menyelesaikan soal-soal semacam ini. Soal-soal yang kontekstual, menyoal isu terkini, dan memerlukan penalaran yang tinggi. Sehingga berpikirnya pun harus secara holistik dan komprehensif. Dengan begitu, para guru juga semestinya harus membiasakan bentuk-bentuk soal tersebut dalam keseharian proses penilaian. Proses pembelajarannya pun juga harus mampu menghantarkan siswa dapat menjawab berbagai bentuk soal seperti pilihan ganda, dari yang biasa hingga yang komplek, uraian, missing word, menjodohkan, benar-salah, dan ceklist. Selain itu tugas-tugas untuk siswa berupa proyek dan portofolio juga semakin ditingkatkan....


Smoga bs memberikan gambaran dan manfaat buat Rekan2 yg maaih bertanya2 tentang AKM

DOWNLOAD disini 👍