NO WASTING TIME!

Mendamba UN yang Jujur

OPINI | Dimuat di Jurnal Nasional pada Senin 18 April 2011

Sertifikasi Otomatis Cetak Guru Profesional?

Dimuat di Harian Solopos pada Selasa 4 Nopember 2008

Wajah Bopeng Pendidikan Kita

Refleksi Hardiknas

Kaji Ulang Ujian Nasional

Dimuat di Jurnal Nasional pada Sabtu 11 Mei 2013

Setelah RSBI dibubarkan

OPINI | Sutrisno, Guru SMPN 1 Wonogiri

Sabtu, 20 Oktober 2018

KIDUNG SIRAMAN CALON PENGANTEN



KIDUNG SIRAMAN CALON PENGANTEN
Dhandanggula Pl 6


Werdine kang budaya piningit
Upacara siraman samangkya
Puji dunga siramane
Sinten kang arsa mantu
Hamiwaha putra kinasih
Nindakaken upacara
Siraman satuhu
Amrih kalis sambekala
Tulus widada manggya suka basuki
Binerkahan pangeran

Rama ibu wus samekta gati
Sinengkuyung dening para warga
Piniji kawibawane
Sadaya cacah pitu
Gunggung nawa sanga hanenggih
Oval Callout: 2Kang arsa nyirami putra
Dahat trusing kalbu
Siniram tirta marta
Sekar setaman ginarujug slira rukmi
Mrih sirnaning sukerta

Ginosokan lulur manca warni
Iku asung pituduh sanyata
Reresik jiwa ragane
Tirta kacidhuk siwur
Mengku wardi ngupadi ngelmi
Oval Callout: 3Ngesti adhi wursita
Cinadhi ing kalbu
Paugeraning bebrayan
Hangemuti laku jantraning ngaurip
Mrih bisa kasembadan

Rama ibu kang murwakani
Hanyirami maring putranira
Wujude trisna asihe
Yekti jejering sepuh
Ingkang tansah hamarsudi
Hanggegulang mring putra
Bebuden kan luhur
Bisowa dadi panutan
Annggonira mbangun bale wisma nini
Wibawa basukarya


Pinisepuh cacah sapta yekti
Dadya pralampita sanyata
Sagung piranti uripe
Kulit daging lan rambut
Otot balung sungsum lan getih
Saperlu hamanunggal
Amrih bisa runtut
Sagung tindak tandukira
Lelandesan paugeraning ngaurip
Tansah eling pangeran

Hamungkasi pituduh sayekti
Upacara siraman samangkya
Ingkang agung paedahe
Marang kang nembe mantu
Mugi hantuk berkahing Gusti
Kali sing sambe kala
Wahyune tumurun
Handayani kulawarga
Hanampiya kanugrahan kang sayekti
Purwa madya wasana



(Sanggar Tresno Budaya Surakarta)

UPACARA SIRAMAN ADAT JAWA CALON PENGANTEN



UPACARA SIRAMAN ADAT JAWA CALON PENGANTEN

Upacara siraman tinarbuka kanthi sowanipun calon penganten putri, mijil saking sasana busana, manjing ing madyaning sasana upacara.

Kalajengaken tata cara pangabekten atur baktinipun putra calon penganten putri kakanthi dening rama ibu, tumuju dhumateng papan pasiraman, ingkang kawiwitan saking para pinisepuh lajeng dipun pungkasi dening keng ramanipun putra calon penganten putri. Wekasaning sedya tinengeran pamecahing Kendhisari.

Rapal mecah Kendhi: Ora pati-pati mecah kendhi, nanging mecah kendhisari, mecah pamore anakku jabang bayine Dyah ____________ kadya mas sinangling saking kersaning Alloh SWT.

Sabibaripun siraman, putra calon pengantin putri kabopong dening ingkang Rama tumuju dhumateng sasana busana, saperlu nindakaken upacara potong rikma. Sasampunipun rikma kapotong dening ingkang rama, tinampi dening ingkang ibu lajeng katanem wonten sangajenging griya.

Rapal Motong rikma: Ora ngguwang-guwang rambut, nanging angguwang sesukering anakku, kariya beja mulya, rahayu uripe.

Sasampunipun pagas rikma, kalajengaken tata cara sadean dawet. Keng rama saha ibunipun putra calong panganten putri tumuju dhateng sasana sadean dawet. Ingkang ibu anggendong senik wadhah arta. Wondene ingkang rama hamanyungi. Sadean dawet kawiwitan dening ingkang ibu, dene ingkang rama hanampi arta sinambi hamayungi. Pikantukipun arta kabuntel lajeng kaparingaken dhateng putra calon pengantin putri. Wondene pangandikanipun ibu dhumateng putranipun makaten:

Ibu:   Anakku ngger Dyah ____________ tampanan dhuwit, oleh-olehane dodol dhawet, muga-muga kena kanggo pawitane uripmu, lan iki jajan pasar maneka warna, minangka pralampita menawa ing bebrayan agung kuwi isine maneka warna, sing bisa anggonmu leladi ing bebrayan ya ngger.
Putra:  Inggih ibu, ngestoaken dhawuh.

Wondene minangka paripurnaning upacara siraman, inggih punika dhahar sekul tumpeng. Ingkang ramanipun putra calon pengantin putri motong tumpeng sajen siraman, kaparingaken dhateng keng ibunipun putra calon pengantin putri, lajeng dipun paring lawuh, tumunten kaparingaken dhumateng ingkang putra calon pengantin putri. Mekaten pangandikanipun ibu dhumateng putranipun:

Ibu:  Anakku ngger sing tak tresnani tampanana rejeki peparing Gusti lumantar rama lan ibu muga-muga sega salawuhe iki murakabi sarandhuning badan lan ndadekake seger bagas waras jiwa lan ragamu
Putra: Inggih Ibu.


(Sanggar Tresno Budaya Surakarta)

MEMANTAPKAN KETAHANAN PANGAN



Memantapkan Ketahanan Pangan

Oleh Sutrisno


TANGGAL
 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia (HPS) atau World Food Day. Tema HPS Internasional 2018, “Our Actions are Our Future” dan tema HPS Nasional “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Lebak dan Pasang Surut Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2018”. Ketahanan pangan menjadi salah satu kekuatan negara yang mampu menghalau krisis global. Karena itu, kebutuhan pangan harus dijaga ketersediannya. Apalagi untuk negara berkembang, produksi pangan dibutukan hingga 100%. Satu perkiraan mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut, produksi pangan global saat ini harus ditingkatkan sekitar 75% dan khusus untuk negara-negara berkembang ditingkatkan sampai 100%.

Persoalan pangan memang bukan cuma soal produksi. Produksi pangan yang melimpah pun tak menjamin tidak ada kelaparan kalau distribusi pangan tidak disokong oleh perangkat kelembagaan yang kredibel. Sebagai negara kepulauan, keberadaan kelembagaan yang kredibel di Indonesia menjadi syarat mutlak (conditio sine qua non).
Bagi kelompok miskin, amburadulnya kelembagaan distribusi pangan bakal membuat mereka semakin menderita. Maklum, porsi pengeluaran pangan untuk kelompok miskin tidak kurang dari 80 persen dari seluruh pengeluaran dan 60 persen di antaranya untuk beras. Jadi, ketergantungan kelompok miskin pada pangan amat besar. Perhatian dunia dan perhatian kita akhir-akhir ini tertuju pada perkembangan yang mengindikasikan adanya ketimpangan yang makin melebar antara konsumsi dan produksi pangan dunia sehingga memunculkan krisis pangan. Mantan Presiden Bank Dunia Robert B Zoelick pernah mengatakan, krisis pangan dunia lebih berbahaya ketimbang krisis yang terjadi di pasar keuangan. Salah satu indikator krisis pangan adalah kenaikan bertahap harga energi dan komoditas di pasar dunia karena energi dan pangan saling menggantikan.

Perubahan iklim paling terasa berpengaruh terhadap produk pangan, baik nasonal maupun dunia. Peringatan serius telah disampaikan petinggi Dana Moneter Internasional (IMF) terkait dampak krisis ekonomi global yang akan memicu harga bahan pangan yang makin mahal. Lembaga multilateral itu menyatakan, kenaikan harga berbagai komoditas, terutama pangan, dapat menimbulkan konsekuensi mengerikan bagi dunia, termasuk risiko perang saudara dan antarnegara.

Apabila tidak ada antisipasi secara komprehensif, persoalan ini bakal mendorong jatuhnya korban nyawa manusia yang semakin banyak karena kelaparan yang selanjutnya mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara. Organisasi Pangan Dunia (FAO) pernah mengumumkan, Indonesia masuk dalam daftar 36 negara yang mengalami krisis pangan. Indonesia yang sering kita sombongkan sebagai negeri gemah ripah loh jinawi, negara jembar,banyak penduduknya, lagi subur makmur ini kini begitu rapuh ketahanan pangannya. Sampai-sampai FAO menyebut Indonesia krisis pangan dan butuh bantuan negara luar untuk mengatasinya.

Bagi Indonesia, ancaman krisis pangan harus diantisipasi sejak dini. Meskipun produksi pangan utama (padi, jagung, ubi kayu, gula, CPO, daging sapi, telur, dan susu) meningkat, kebergantungan pada sejumlah pangan impor masih tinggi. Sampai saat ini, kita belum bisa keluar dari kebergantungan impor pangan: susu (89 persen), gula (30 persen), garam (50 persen), gandum (100 persen), kedelai (70 persen), daging sapi (35 persen), induk ayam, dan telur. Maka, momentum HPS ini harus dimanfaatkan untuk memantapkan ketahanan pangan untuk menghadapi krisis pangan. Memantapkan ketahanan pangan bukan saja agar kita tidak terlalu bergantung pada luar negeri, tetapi sekaligus menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Reformasi Agraria

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Pertama, program reformasi agraria, terutama reformasi aset atas tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) harus didukung penuh. Dengan rata-rata lahan pangan per kapita 359 meter persegi (bandingkan dengan Thailand 5.226 meter persegi), pendistribusian lahan untuk petani menjadi suatu keniscayaan. Tanpa hal itu, produksi pertanian kita pasti akan jalan di tempat. Kalaupun dinyatakan ada peningkatan produksi, itu hanya retorika. Kedua, paradigma pembangunan pertanian harus diubah dengan memosisikan kebijakan pertanian yang berpihak kepada petani.

Misalnya, alokasi anggaran yang memadai untuk pembangunan infrastruktur pertanian, menetapkan kebijakan yang dapat membuat harga produk pertanian di dalam negeri cukup baik, antara lain melalui tarif bea masuk agar diperoleh rangsangan untuk peningkatan produksi.

Di sisi lain, fenomena perubahan mutu, kehilangan dan kerusakan hasil pertanian serta cara pengendaliannya, pendugaan masa simpan dan teknik-teknik penyimpanan untuk berbagai komoditas menuntut pemahaman secara sederhana di tingkat petani untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Ketiga, visi-misi Jokowi-JK untuk berdaulat di bidang pangan harus benarbenar diwujudkan (Nawacita 7). Komitmen untuk berswasembada beras, kedelai, gula, dan susu perlu diwujudkan

Hal ini dilakukan melalui peningkatan produksi dengan cara intensifikasi, ekstensifikasi, peningkatan teknologi antara lain rekayasa genetika, dan diversifikasi pangan. Keempat, mengembangkan industri pertanian dan pangan yang berkualitas tinggi, efisien, dan berdaya saing tinggi dari hulu sampai dengan hilir, membangun agroindustri di desa, dan yang tak kalah penting adalah mengembangkan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Kita mengingatkan, persoalan pangan merupakan masalah besar dan sangat krusial apabila kita mengabaikan sejumlah indikasi yang telah dikemukakan para ahli dan pejabat terkait.

Dalam konteks ini, kita juga mengingatkan, dalam hal pangan kita belum optimal memanfaatkan potensi besar yang kita miliki. Kita harus optimistis, dengan modal geografis, sumber daya alam yang melimpah, dan kebijakan pangan yang tepat, ketahanan dan kedaulatan pangan bisa tercapai.

- Sutrisno, alumnus Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tinggal di Solo.

(Dimuat di Harian Suara Merdeka tanggal 16 Oktober 2018)

Senin, 17 September 2018

TATA UPACARA PASRAH PANINGSET KALAJENGAKEN IJAB



TATA UPACARA PASRAH PANINGSET
( Kalajengaken Ijab )

(Pambuka kairing ungeling gendhing manguyu-uyu)
Kula nuwun,
Assalamualaikum  Wr.  Wb.
Para pinisepuh saha sesepuh ingkang satuhu kinabekten, para tamu kakung saha putri ingkang kinurmatan.
Sumangga sakderengipun kula nglajengaken, menggah menapa ingkang dados wigatosing pahargyan wonten ing dinten punika, langkung rumiyin kula dherekaken manengku puja wonten ngarsa dalem Allah SWT, ingkang ngantos dinten punika taksih kepareng maringaken rohmatipun dhumateng panjenengan sedaya dalasan kula.
Katitik kanthi sih rohmatipun, panjenengan sedaya para tamu kakung saha putri saget hangrawuhi pahargyan ijab ing dinten punika.
Para tamu kakung saha putri ingkang winengku ing pakurmatan, wonten ing kalodhangan punika kula minangka pambiwara badhe hangaturaken menggah urut reroncening pahargyan ing dinten punika. 
LAMPAHING TATACARA INGKANG SEPISAN;               www.trisnosolo..com
Sasampunipun pangarak punapa dene pangombyong badhe penganten kakung sampun pinarak lenggah, kalajengaken pasrah saha panampining badhe penganten kakung jangkep sak ubarampenipun.
KALAJENGAKEN TATACARA INGKANG ANGKA KALIH;
Badhe penganten putri kalenggahaken ing sasana palenggahan ingkang sampun sumadya.
KALAJENGAKEN LAMPAHING TATACARA IJAB;
Sak derengipun ijab kalampahan, katur dhumateng Ibu ....................................... saha Ibu ................................... kasuwun nderekaken tindakipun badhe penganten putri jengkar saking panti busana tumuju ing sasana ijab, kasuwun Bp ....................................... ingkang kepareng mratitisaken ijab sampun siyaga ing papan ijab.
TUMAPAK TATACARA INGKANG ANGKA SEKAWAN;
Waosan ayat suci AL QUR’AN.
KALAJENGAKEN LAMPAHING TATACARA IJAB;
Kasuwun penghulu saking kantor urusan agama Kec ........................... hamiwiti tatacara ijab, saha kasuwun ingkang minangka dados seksi keparenga siyaga ing papan palenggahan ingkang sampun sumadya, makaten ugi wali nikah kasuwun siyaga ing sasana ijab.
PARI PURNA IJAB PENGANTEN,
Kalajengaken tatacara candhakipun ingkang winastan liru kalpika, kalajengaken penganten lenggah jajar wonten ing sasana kursi rinengga.
TUMAPAK TATACARA ING CANDHAKIPUN INGGIH PUNIKA ATUR PAMBAGYAHARJA.
Pari-purna hatur pambagyaharja, pratandha pari-purnaning pahargyan ing kalenggahan dinten punika.
-----------------------------------------------------------
Makaten sanggya tamu kakung saha putri, sampun kula haturaken urut reroncening tatacara pasrah panampi paningset saha ijab qobul.
Ing saklajengipun katur para tamu, kaliyan hanyrantos rawuhipun badhe penganten kakung saha pangombyong, saking keparenging ingkang hamengku gati, katur para tamu sedaya keparenga hanglajengaken lelenggahan kanthi merdikaning manah.  Nuwun.
Para tamu kakung saha putri, para pinisepuh saha sesepuh ingkang dahat kinurmatan, kados sampun wonten sasmita saking pangarsa, bilih sampun dhungkap rawuhipun badhe penganten kakung jangkep sakpangombyongipun.
Awit saking punika katur Bp ................................ sekaliyan ingkang mratittisaken badhe penganten kakung jangkep sakpangombyongipun kasumanggakaken.
Rawuhipun badhe penganten kakung sapangombyong kinurmatan  ungeling Ldr. Wilujeng Plg.  Br.

Cathetan:
Sedaya kasuwun lenggah langkung rumiyin, nembe kalajengaken tatacara pasrah panampi.

LAMPAHING TATACARA PASRAH SAHA PANAMPI;
Para tamu kakung saha putri, sumrambah para lenggah ingkang satuhu kinurmatan, tumapak tatacara ing saklajengipun inggih punika tatacara pasrah panampi, katur Bp.............................. ingkang kinarya talanging basa panampi saking Bp ....................... sekaliyan, kasuwun siyaga ing diri, saha katur dhumateng  Bp ............................. saha Bp ............................. ingkang minangka panyumbul kasuwun siyaga ing karya.
Hambokbilih sampun siyaga gati ing sedayanipun, katur Bp............................... sasana saha wekdal pasrah sakcekapipun kula sumanggakaken.


( ATUR PASRAH )
Kula nuwun,
Assalamualaikum  Wr  Wb
Kawilujengan, kamulyan minggahipun katentreman, mugi tansah kajiwa saha kasarira dhumateng hangga panjenengan sedaya dalasan kula.
Para pinisepuh saha sesepuh ingkang satuhu kula bekteni, sumrambah para tamu kakung saha putri ingkang satuhu luhuring budi, maliginipun Bp...................................... ingkang minangka srayanipun Bp..................................... sekaliyan.
Sakderengipun kula nglajengaken matur, sumangga langkung rumiyin kula derekaken sesarengan ngunjukaken puji syukur wonten ngarsanipun Gusti ingkang Maha Kawasa, ingkang sampun paring kasarasan saha kawilujengan dhumateng panjenengan sedaya dalasan kula, satemah ngantos dumugi wanci punika, panjenengan sedaya lan kula taksih saget makempal manunggal wonten ing papan pahargyan kanthi wilujeng.        www.trisnosolo..com
Ing saklajengipun menggah wigatosing pisowan kula, kula minangka srayanipun  Bp.............................. kekalih, ngaturaken salam taklim kanthi atur Assalamualaikum wr wb,  mugi kahaturaken dhumateng ingkang hamengku gati, saklajengipun sowan kula ing mriki saperlu hamasrahaken putra badhe penganten kakung Bg ........................................... admajanipun Bp ................................... kekalih, ingkang badhe kaijabaken kaliyan Rr ................................ putra pawestrinipun Bp .................. sekaliyan nut satataning agami tuwin pranataning pamarentah.
Menggah sowanipun badhe penganten kakung, saking keparengipun Bp ................................... kekalih, kinanthen ubarampe ingkang sinebat upakarti, minangka jangkeping palakrami inggih punika ingkang awujut majemukan jangkep lan sanes-sanesipun ingkang mboten saget kula sebataken setunggal mboko setunggal. Awit sedayanipun sampun cekap, pramila badhe penganten kakung saha upakarti, kula pasrahaken dhumateng panjenengan. Kula sakpangambyong namung ndherek ndedonga mugi lampahipun Ijab Qabul (lan pahargyan) tansah manggih wilujeng.
Ing sak lajengipun hambokbilih Ijab Qobul (saha pahargyan) ing mangke sampun paripurna, kula sakpangombyong  nyuwun pamit, nyuwun donga pangestu mugi wangsul kula tansah manggih wilujeng ing sedayanipun.
Makaten menggah ingkang saget kula aturaken wonten ngarsa panjenengan, mboten kesupen wonten lepat anggen kula sowan sakpangombyong, punapa dene kula ingkang minangka talanging basa, wonten kirang saha langkungipun anggen kula matur, kula tansah nyuwun agunging pangapunten.
Cekap semanten, matur nuwun.
Wassalamualaikum  Wr.  Wb. 
----------------------------------------------------
Makaten sampun pari purna menggah hatur pasrah, saklajengipun katur dhumateng Bp..................................... ingkang minangka panampi pasrah, sasana saha wekdal sakcekapipun kasumanggakaken. Nuwun.
( ATUR PANAMPI )
Kula nuwun,
Assalamualaikun Wr.  Wb.
Kawilujengan, kamulyan minggahipun katentreman, mugi tansah kajiwa saha kasarira dhumateng hangga panjenengan sedaya dalasan kula.
Para pinisepuh saha sesepuh ingkang satuhu kula bekteni, sumrambah para tamu kakung saha putri ingkang satuhu luhuring budi, maliginipun Bp...................................... ingkang minangka srayanipun Bp..................................... sekaliyan.
Sakderengipun kula nglajengaken matur, sumangga langkung rumiyin kula derekaken sesarengan ngunjukaken puji syukur wonten ngarsanipun Gusti ingkang Maha Kawasa, ingkang sampun paring kasarasan saha kawilujengan dhumateng panjenengan sedaya dalasan kula, satemah ngantos dumugi wanci punika, panjenengan sedaya lan kula taksih saget makempal manunggal wonten ing papan pahargyan kanthi wilujeng.
Ing saklajengipun kula minangka sulihipun Bp ....................................... kekalih ngaturaken pambagya wilujeng rawuh saha agunging panuwun awit rawuh panjenengan sak pangombyong wonten ing pahargyan wekdal punika. Wondene atur salam taklimipun Bp......................................................... sekaliyan lumantar panjenengan kula tampi kanthi atur Wa’alaikumussalam Wr. Wb.                www.trisnosolo..com
Ing saklajengipun hanggen panjenengan masrahaken badhe penganten kakung saha upakarti lan uborampe sanes-sanesipun ugi kula tampi, tumuli badhe enggal kula aturaken dhumateng Bp.................................. kekalih. Ing saklajengipun enggal katindakaken tatacara Ijab Qobul. Saha kepareng matur dhumateng panjenengan, saking panyuwunipun Bp...................................... kekalih, panjenengan sak pangombyong mugi kersa hangrestreni lampahipun Ijab Qobul lan paring pandonga mugi lampahipun Ijab Qobul tansah manggih rahayu wilujeng kalis saking sedaya rubeda.
Ing saklajengipun katur Bp ................................. sapangombyong, hambokbilih pahargyan sampun pari-purna, kula namung nderek ngaturaken wilujeng kundur, mugi ing mangke konduripun tansah manggih wilujeng, dumugi dalemipun piyambak-piyambak, mboten wonten alangan setunggal punapa.
Makaten atur panampi kula, kula minangka sulihipun ingkang hamengku gati, sepisan malih wonten kirang saha langkungipun hanggen kula matur, kula tansah nyuwun agunging pangapunten.
Cekap semanten, matur nuwun.
Wassalamualaikum  Wr  Wb
-------------------------------------------------------------
Mekaten sampun paripurna tatacara pasrah panampi, ing saklajengipun badhe kalajengaken lampahing tatacara ijab.
(LAMPAHIPUN IJAB)
Katur Ibu ................................ saha Ibu ................................ kasuwun nderekaken miyosipun badhe penganten putri jengkar saking sasana busana, ing saklajengipun keparenga kadherekaken tumuju ing sasana ijab, saha kasuwun Bp ................................ ingkang tinanggenah mratitisaken lampahing ijab qobul, wekdal sakcekapipun kasumanggakaken.  Nuwun.
Saha sak derengipun kalampahan Ijab Qabul, ing mangke langkung rumiyin badhe dipun waosaken ayat suci AL QUR’AN dening sederek, bp/ibu, ............................ dhumateng paraga ingkang kapiji, wekdal sakcekapipun kasumanggakaken, nuwun.
Paripurna waosan kitab suci, kalajengaken tumapaking tatacara ijab qobul, sasana saha wekdal sakcekapipun kula aturaken dhumateng bapa penghulu.
Makaten para tamu kakung saha putri, sampun pari purna lampahing ijab qobul
 Lampahing liru kalpika ;                www.trisnosolo..com 
Katur Ibu .................................. kasuwun mratitisaken lampahing liru kalpika, saha Rr ................................ kasuwun ngasta nampan ingkang minangka wadhah kalpika.
Hambokbilih sampun siyaga ing sedayanipun, katur ingkang tinanggenah wekdal sakcekapipun kasumanggakaken.
Lampahing tatacara liru Kalpika, sumangga dhumateng para kadang pangrawit, kasuwun hambabar Ldr. Sri widada. Pbr.
Makaten sampun paripurna menggah   lampahing tatacara liru kalpika, ing saklajengipun katur dhumateng para tamu kakung saha putri, saking keparengipun ingkang hamengku karya, panjenengan sedaya kasuwun nglajengaken lelenggahan kanthi mardikaning penggalih, sinambi midhangetaken gendhing-gendhing ingkang lumantar saking kadang wira pradangga.
Nuwun.
TUMAPAK TATACARA HATUR PAMBAGYAHARJA;
Para tamu saha para lenggah engkang kinurmatan, paripeksa kula hanyigeg sawetawis wekdal menggah kamardikan panjenengan sedaya,  awit nuhoni dhawuh saking pangarsa kinen kula hanglajengaken tatacara ing candakipun.
Menggah tatacara ing saklajengipun tumapaking hatur pambagyaharja.
Katur Bp ................................ ingkang minangka talanging basa Bp ................................ sekaliyan, saha  Bp................................ kaliyan Bp ................................ ingkang minangka panyumbul kasuwun siyaga ing diri.
Tumapaking tatacara hatur pambagyaharja, penganten sarimbit kajumenengaken sawetawis, dhumateng Bp ................................ sekaliyan kasuwun mratitisaken jumenengipun penganten sarimbit ingkang jinajaran rama saha ibu sekaliyan, hambokbilih sampun siyaga ing sedayanipun, sasana saha wekdal sakcekapipun kula sumanggakaken, nuwun.
( ATUR PAMBAGYAHARJA )
Kula nuwun.
Assalamualakum  Wr.  Wb.
Kawilujengan, kamulyan minggahipun katentreman, mugi tansah kajiwa saha kasarira dhumateng hangga panjenengan sedaya dalasan kula.
Para  pinisepuh saha sesepuh ingkang satuhu kinabekten, sumrabahipun dhumateng para tamu kakung saha putri ingkang satuhu luhuring budi.
Keparengna kula sumela matur sawetawis, saha paripeksa ngirangi kamardikan panjenengan sedaya, ingkang nembe nedheng-nedhengipun imbal pangandikan.
Para tamu kakung saha putri ingkang kinurmatan, kula minangka sesulihipun Bp ................................ sekaliyan, kinen ngaturaken pambagyaharja, saha ngaturaken raos suka ebahing manah saha lekasing sedya ing kalenggahan punika.    www.trisnosolo..com
Minangka purwakaning atur, langkung rumiyin kula derekaken ngunjukaken puji syukur wonten ing ngarsanipun Allah SWT, ingkang sampun paring kasarasan,  kawilujengan saha katentreman dhumateng panjenengan sedaya dalasan kula, satemah ngantos dumugi titi wanci  punika taksih saget makempal manunggal ing papan pahargyan wekdal punika kanthi wilujeng.
Para tamu kakung saha putri ingkang sinuba ing pakurmatan, madyaning pahargyan punika kula ngaturaken pambagya wilujeng rawuh dhumateng panjenengan sedaya para tamu kakung saha putri ingkang sampun kepareng lenggah wonten ing samadyaning pahargyan  prasaja wekdal punika, maliginipun para kadang besan ingkang kinurmatan, ngaturaken gunging panuwun ingkang tanpa pepindhan, mugi keparenga panjenengan sedaya kasuwun lelenggahan kanthi mardikaning manah.
Para pinisepuh lan sesepuh saha para tamu ingkang winantu ing suka basuki, lekas wekasing sedya wigatosing gati, keparenga kula ngaturaken menggah wigatosaing pahargyan ing wekdal punika, nadyan panjenengan sedaya sampun ngawuningani gatining sedya ing kalenggahan punika, ing sekawit Bp...................................... sekaliyan sampun nggumolongaken rembag kaliyan Bp...................................... sekaliyan, ingkang netepi darmaning asepuh nedya ngempalaken balung apisah, ngraketaken daging arenggang, ing antawisipun Bp ................................ sekaliyan kagungan putra jaler ingkang asesilih Bg ............................... saha Bp ............................... sekaliyan hanggadahi siwi putri ingkang asesilih Rr ....................................... manunggaling sedya ingkang sampun jumbuh handaupaken ingkang putra penganten miturut satataning agami saha pamarentah, inggih awit saking samudayanipun sampun manunggal cipta, rasa, miwah karsanipun, ing kalenggahan punika, sampun katindakaken tata upacara pasrah panampining paningset saha upakarti, winastan lamaran saha ijab.
Mugi-mugi wekasing sedya saget kasembadan ingkang sami ginayuh, saha saking panyuwunipun Bp ...................................... sekaliyan mugi wontena jumurunging puji hastuti saking para tamu sedaya mugi hanggenya Bp ..................................... sekaliyan nampi pasrah upakarti saha ngijabaken ingkang putra tansah manggih basuki ing sedayanipun. Aamiin.
Hambokbilih Bp .......................................... sekaliyan saha para kulawarga hanggenipun nampi rawuh panjenengan sedaya, saha hanggenipun caos papan palenggahan, menapa dene panyugata, wonten kiranging boja krami, hanglenggana budi dayaning manungsa kirang sampurna, awit saking punika Bp ................................. sekaliyan nyuwun agunging samodra pangaksami.
Saha matur nuwun ingkang tanpa pepindan dhumateng sanak sedherek lan para kadang kaneman, ingkang sampun kepareng hambiyantu saha paring kadarman engkang arupi bandha  tenaga penggalihan lan rerigen sanesipun, sedaya kalawau ingkang saget handamel enthengipun ingkang minangka dados sesangganipun ingkang hamengkugati, kanthi kesahenan ingkang sampun panjenengan paringaken, mugi pikantuka lelintu ingkang matikel-tikel saking ingkang Maha Kawasa, lan mugi sageta dados amal sae panjenengan sedaya.
Hambok bilih ing mangke pahargyan sampun paripurna, kula ndherekaken wilujeng kundur, mugi konduripun tansah manggih rahayu wilujeng dumugi dalemipun piyambak-piyambak.
Wusananing atur kula ingkang minangka dados talanging basa hambokbilih wonten kirang saha langkungipun  hanggen kula matur wonten ngarsa panjenengan sedaya, kula tansah nyuwun agunging pangapunten.
Cekap semanten, matur nuwun.
Wassalamualaikum  Wr.  Wb. 
--------------------------------------------------------
Paripurna hatur pambagyaharja ingkang kasarira Bp ................................ ing saklajengipun atur uninga sawatawis, pratandha pahargyan ing mangke dungkap pari-purna hambokbilih penganten sarimbit sampun kadherekaken jumeneng wonten sangajenging wiwara pahargyan,  ingkang jinajaran rama ibunipun, saperlu badhe nguntapaken konduripun para tamu sedaya, makaten menggah atur uninga sawetawis.
Ing saklajengipun kaliyan hanyrantos tatacara ing candhakipun, sumangga katur para tamu sedaya kasuwun nglajengaken lelenggahan kanthi mardikaning manah.
Para tamu kakung saha putri ingkang kinurmatan, kados-kados sampun dungkap paripurna pahargyan, Awit saking punika katur dhumateng Bp ....................................... sekaliyan, kasuwun jengkaraken penganten sekaliyan saha ingkang hamengku karya, kadherekaken jumeneng wonten sangajenging wiwara pahargyan, ingkang saperlu badhe nampi hatur pamit saha nderekaken konduripun para tamu sedaya.
PARI-PURNA ;
Pari-purnaning pahargyan ing kalenggahan punika sumangga kula dherekaken maos hamdallah sesarengan ......................... matur nuwun.
Kunduripun para tamu sedaya kula dherekaken kanthi asesanti, jaya-jaya wijayanti rahayuwa ingkang sami pinanggih.
Saha mboten katalumpen hambokbilih hanggen kula hangayahi jejibahan pambiwara ing pahargyan wekdal punika manggih kalepatan ingkang arupi punapa kemawon kula tansah hanyeyadhong lumunturing sih pangapunten.
Nuwun, matur nuwun

Wassalamualaikum Wr. Wb.

(Dening Sanggar Tresno Budaya Surakarta)