NO WASTING TIME!

Mendamba UN yang Jujur

OPINI | Dimuat di Jurnal Nasional pada Senin 18 April 2011

Sertifikasi Otomatis Cetak Guru Profesional?

Dimuat di Harian Solopos pada Selasa 4 Nopember 2008

Wajah Bopeng Pendidikan Kita

Refleksi Hardiknas

Kaji Ulang Ujian Nasional

Dimuat di Jurnal Nasional pada Sabtu 11 Mei 2013

Setelah RSBI dibubarkan

OPINI | Sutrisno, Guru SMPN 1 Wonogiri

Monday, November 30, 2015

Kisi-Kisi UAS Gasal 2015-2015 Inggris Kelas 8

MULTIPLE CHOICE

1.      Meminta perhatian, Meminta pendapat, Memberikan pujian (1-3)
2.      Menanyakan kemauan, Menanyakan keinginan (4-5)
3.      Member instruksi Mengutarakan undangan Member peringatan/larangan Meminta ijin (6-9)
4.      Undangan (10-13)
5.      Greeting card (14-16)
6.      Describing people (17-20)
7.      Describing plants (21-24)
8.      Describing people (25-28)
9.      Descriptive text / health (29-32)
10.  Percakapan hal yang sedang terjadi (33-36)
11.  Paragraph rumpang tentang binatang (36-37)
12.  Describing thing (39-42)
13.  Paragraph rumpang deskripsi benda (43-46)
14.  Jumbled words (47-48)
15.  Jumbled sentences (49-50)

ESSAY

1.   Describing person (1-2)
2.   Jumbled words (3a dan 3b)
3.   Jumbled sentences/Describing person (4)
Greeting card (5)

Kisi-Kisi lebih detail bisa di DOWNLOAD di sini!

Kisi-Kisi UAS Gasal 2015-2016 Bahasa Inggris Kelas 7

MULTIPLE CHOICE

1.      Dialog tentang ungkapan sapaan/pamitan, ucapan terimakasih, dan permintaan maaf  (1-4)
2.      Dialog tentang permintaan maaf dan ucapan terima kasih beserta respondnya (5-7)
3.      Teks pendek dan sederhana tentang pemaparan jati  diri/orang lain dan responnya (9)
4.      Teks ’Identity Card’ (10-11)
5.      Time and Day (12-13)
6.      Dialog tentang event-event khusus pada kalender kalender tertentu.(14-16)
7.      Sebuah jadwal pelajaran di Sekolah lengkap dengan hari, waktu dan jam (17-21)
8.      Jumbled words tentang tanggal, bulan, tahun tertentu. (22-24)
9.      Teks pendek dan sederhana tentang jati diri seseorang (25-29)
10.  Paragraf rumpang tentang deskripsi seseorang (30-33)
11.  Teks pendek dan sederhana tentang jati diri seseorang (34-38)
12.  Teks pendek dan sederhana tentang kebiasaan  keluarga tertentu (39-43)
13.  Teks pendek dan sederhana tentang bangunan publik tertentu / Supermarket  (44-46)
14.  Paragraf rumpang berbentuk deskriptif  tentang hewan (47-50)

ESSAY

1.   Teks pendek dan sederhana tentang jati diri seseorang (1-2)
2.   Gambar seseorang, siswa mendeskripsikannya dengan beberapa kalimat petunjuk (3)
3.   Jumbled sentences about The writer’s mother (4)
4.   Jumbled words berbentuk kalimat deskripsi (5)

Kisi-kisi lebih rinci bisa di DOWNLOAD di sini.

Wednesday, November 11, 2015

WADUK GAJAH MUNGKUR WONOGIRI

Waduk Gajah Mungkur, Pengorbanan Orang Wonogiri untuk Indonesia

Besarnya manfaat Waduk Gajah Mungkur itu tentu tak lepas dari “pengorbanan” orang Wonogiri yang sebelumnya menghuni wilayah ini, karena waduk ini dibangun diatas areal tanah hunian, persawahan, dan perladangan penduduk seluas 90 Km2 yang mencakup 51 desa di 7 Kecamatan. Terdapat 12.525 Keluarga (68.750 jiwa) penduduk Wonogiri yang tinggal di areal ini, 10.350 Keluarga diantaranya secara sukarela meninggalkan “tanah kelahiran-nya” pindah melalui transmigrasi, dan sisanya sekitar 2.175 Keluarga pindah secara mandiri ke berbagai daerah, baik di wilayah Jawa Tengah maupun kota-kota lain di Indonesia. Pertanyaannya “mengapa mereka bersedia secara sukarela meninggalkan tanah kelahiran atau tanah tumpah darah atau tanah airnya?”.

Bisa dibayangkan betapa kompleksnya masalah yang dihadapi saat waduk ini dibangun selama lima tahun. Mulai dari proses “pembebasan tanah”, pembayaran ganti rugi, penyiapan tempat tinggal untuk membangun hidup baru di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu, serta proses perpindahan penduduk dengan berbagai kompleksitas masalahnya, baik yang berhubungan dengan masalah sosial, budaya, mobilisasi orang dan barang maupun aspek psikologis lainnya. Satu hal yang wajar jika dalam proses itu terdapat beberapa “gesekan kecil” dari mereka yang ihklas, setengah ihklas, dan bahkan menolak rencana besar itu.

Syukur Alhamdulillah, Bupati Wonogiri waktu itu (Harmoyo) adalah seorang pemimpin bijak yang mampu meyakinkan masyarakat yang dipimpinnya. Didukung oleh para Menteri terkait waktu itu, Menteri Transmigrasi Prof. Subroto, Menteri Pekerjaan Umum Prof. Purnomosidi Hajisarosa, dan diakhiri Menteri Muda Transmigrasi Martono melakukan “blusukan” untuk mengajak dialog dengan masyarakat Desa-desa genangan. Akhirnya melalui proses panjang, pendekatan manusiawi dilandasi falsafah “nguwongke”, proses panjang itu berhasil dilalui. Permukiman transmigrasi di wilayah Sitiung Provinsi Sumatera Barat yang (waktu itu) dipimpin Gubernur Prof. Harun Zein siap menampung para pahlawan pembangunan dari Wonogiri, sementara Menteri Transmigrasi bersama Menteri Perhubungan juga telah siap dengan berbagai sarana perpindahnnya.

Awal Desember 1976, rombongan pertama 100 Keluarga pahlawan pembangunan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri meninggalkan Transito di Giriwono menuju Stasiun Kereta Api Jebres Solo, selanjutnya menggunakan Kereta Api menuju Stasiun Tanjung Priok Jakarta untuk langsung naik Kapal menuju Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatera Barat. Inilah peristiwa terbesar dalam sejarah perpindahan penduduk melalui transmigrasi di Indonesia. Awal Desember ini Trip pertama gelombang awal terdiri dari 100 kepala keluarga (448 jiwa) bergerak dari Pelabuhan Teluk Bayur menelusuri jalan melingkari Danau Singkarak menuju Desa Sitiung (Sumatera Barat) sepanjng sekitar 217 Km. Penduduk setempat-pun berjejal menyambut ceria dengan berbagai tetabuhan, ada telepong, bahkan reog Ponorogo. Sampai bulan Maret 1977 sejumlah 2.000 kk (65 517 jiwa) warga daerah genangan Waduk Gajah Mungkur berhasil ditempatkan di 4 Desa baru wilayah Sitiung, Tiuamang dan Silalang kabupaten Sawahlunto Sijunjung.

Sambutan masyarakat “urang awak” waktu itu cukup ramah. Upacara adat Minang ‘sekapur sirih’ dilakukan oleh Zohar sebagai wakil Ninik-mamak, diterima oleh Prawiro Diyono, bayan dukuh Karanglo, yang dilanjutkan dengan sambutan ketua adat setempat, Datuk Mendaro Kuning. Hari itu, Rabu perjalanan dari jam 06.00 dan tiba di Sitiung jam 15.00 sore hari. Kawasan Sitiung seluas 108 kilometer persegi dan berpenduduk asli 3.471 jiwa itu, dikenal sebagai daerah subur. Di desa yang terletak 4 kilometer dari Trans Sumatra Highway itu sudah tersedia ladang yang akan dibagikan. Juga areal persawahan yang kini sebagian besar masih menunggu selesainya proyek irigasi dataran Batanghari. Dengan tambahan 100 kk itu, dipastikan Sitiung akan menjadi 2 desa. Dan sesuai dengan ketentuan semula, desa baru itu akan dipimpin oleh Kepala Desa baru, (waktu itu) Bapak Pardi Padmosumarto yang memang telah ditunjuk oleh Bupati Wonogiri. Pembukaan permukiman baru itu juga dilengkapi dengan beberapa prasarana seperti SD, SLTP, dan SLTA, Balai Pengobatan, dan lain-lain. Yang menarik, pada waktu itu juga dibangun pasar yang oleh masyarakat setempat diberi nama “Wonositi” sebuah nama yang menggabungkan nama Desa setempat Sitiung dengan asal transmigran Wonogiri. Akhir tahun 1976 itu, sebanyak 2.000 KK warga asal Kabupaten Wonogiri berhasil ditempatkan di hamparan Sitiung.

Namun memang tak ada perjalanan yang selalu mulus dan berbagai persoalan-pun seringkali menghadang. Ketika proses pembangunan Waduk kurang sinkron dengan proses pembangunan permukiman baru untuk menampung penduduk Wonogiri berbagai persoalan pelik memaksa para pejabat untuk secara cerdas mencarikan solusi. Waktu itu, secara teknis pembangunan waduk mengharuskan seluruh areal dikosongkan karena arealnya harus segera digenangi. Namun, karena berbagai masalah lapangan, pembangunan permukiman transmigrasi belum semuanya siap. Daya tampung kawasan Sitiung ternyata tidak mampu menampung seluruh penduduk daerah genangan waduk, sehingga Depnakertranskop dibawah komando Prof. Subroto harus berjuang keras mencari tempat lain. Tempat itu diperoleh, ada di kawasan Jujuhan Provinsi Jambi bersebarangan dengan Sitiung, ada di kawasan Baturaja Provinsi Sumatera Selatan, dan ada pula di kawasan Kuro Tidur Provinsi Bengkulu. Namun ternyata penyebaran penempatan orang yang merasa menjadi “korban Waduk” itu “ditolak” oleh sebagian warga. Tentu hal demikian cukup merepotkan.

Tahun 1980, sebanyak 1.850 KK menolak dan mereka enggan meninggalkan tanah kelahirannya. Bahkan jika Pemerintah memaksa, merekapun menyatakan siap “tenggelam bersama” karena menganggap Pemerintah “ingkar janji”. Sitiung yang waktu itu menjadi lokasi “idola” bagi “korban waduk” ternyata tidak mampu menampung semua.

Berbagai cara dilakukan untuk mengharap “keihklasan” warga “korban Waduk Gajah Mungkur” Wonogiri ini. Berbagai strategi komunikasi dilakukan, dan berkat “kenegarawanan” mereka, 1.850 KK tersebut bersedia berangkat menuju kawasan Kuro Tidur di Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Itulah kenegarawanan orang Wonogiri, walaupun dengan berat hati, mereka menyadari bahwa waduk adalah kepentingan bangsa yang lebih besar. Akhirnya pada tanggal 17 November 1981, Waduk Serbaguna Gajah Mungkur-pun diresmikan oleh Presiden Soeharto.

Kini, setelah rata-rata sekitar 34 tahun, perjuangan 10.350 KK warga Wonogiri “korban Waduk Gajah Mungkur” di Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu-pun berhasil meraih sukses. Mereka merajut masa depan bersama keluarga dan handai taulannya dengan berbagai bidang usaha. Ada yang sukses dengan Budidaya pertanian, perkebunan, dan berbagai bidang usaha, merintis karier di pemerintahan, dan bahkan melalui jalur Politik. Saat ini tidak sedikit transmigran warga genangan waduk Gajah Mungkur yang menjadi pejabat public dan juga anggota parlemen, baik DPRD Kabupaten/Kota maupun Provinsi. Pengorbanan mereka meninggalkan tanah kelahirannya berbuah sukses, dan itulah bukti bahwa jiwa kenegarawanan berhasil memberikan manfaat bagi sesame dan juga dirinya.

Demikian pula Waduk Gajah Mungkur, kini menjadi idola Kabupaten Wonogiri, persawahan di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, dan sekitarnya tertata apik, dan pasokan listrik-pun mendorong pertumbuhan kawasan Jawa Tengah Tenggara ini. Itu semua berkat “kebesaran jiwa dan kenegarawanan” puluhan ribu warganya. Kini, mereka yang dulu merasa menjadi “korban” telah memetik buah keberhasilan, tidak hanya diri dan keluarganya, tetapi juga masyarakat yang ia tinggalkan, Wonogiri dan sekitarnya.
Itulah Pahlawan, walau tidak harus berperang. Itulah pahlawan, walaupun tidak harus mati. Siapapun yang berjuang dengan ihklas untuk negeri dan keluarganya, termasuk orang tua kita, mereka adalah PAHLAWAN.

Selamat HARI PAHLAWAN, MERDEKA…..

Jakarta, 10 November 2015
Mirwanto Manuwiyoto
Mantan pegawai penyuluh dan pengawal transmigran asal Wonogiri, terakhir sebagai Sekretaris Ditjen Pembangunan Kawasan Transmigrasi, Kemenakertrans, pensiun tahun 2010.


Source: http://jitunews.com/read/25085/waduk-gajah-mungkur-pengorbanan-orang-wonogiri-untuk-indonesia#ixzz3r9SXn8Yb




Wednesday, October 21, 2015

INFORMASI SEKOLAH IKATAN DINAS DI INDONESIA.

Berikut ini Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Beasiswa Penuh di Indonesia.

1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website www.depkumham.go.id

2. Akademi Kimia Analis Jawa Barat, Jalan Ir H Juanda 7, Bogor, website www.aka.ac.id

3. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Jalan Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, website www.app-jakarta.ac.id

4. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Enerji dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id

5. AKIP – Akademi Ilmu Permasyarakatan di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pendaftaran online di www.depkumham.go.id atau www.ecpns.kemenkumham.go.id Lokasi kuliah di Depok.

6. Akmil - Akademi Militer RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.akmil.go.id

7. Akpol - Akademi Kepolisian RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.penerimaanp olri.go.id

8. Badan Meteorologi Nasional (BMG), Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), Jalan Perhubungan I No 5, Komplek Metro, Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, website www.amg.ac.id

9. Badan Pusat Statistik (BPS), Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jalan Otto Iskandardinata No 64C, Jakarta Timur, website www.stis.ac.id

10. Sekolah Tinggi AKuntansi Negara (STAN), Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang, website www.stan.ac.id

11. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id Lokasi kuliah di Yogyakarta

12. Politeknik Kesehatan DEPKES Surabaya, Jalan Pucang Jajar Tengah 56, Surabaya, website www.poltekkesdepkes-sby.ac.id

13. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Jalan Cimandiri 34-38, Bandung, website www.lan.go.id

14. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta, Jalan Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, website www.stmi.ac.id.

15. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Dr Setiabudi 186, Bandung, website www.stp- bandung.ac.id

16. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug Banten, Jalan Raya PLP Curug, Tangerang, website www.stpicurug.ac.id

17. Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Jalan AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, website www.stp.dkp.go.id.

18. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, Jalan Tata Bumi 5, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, website www.stpn.ac.id

19. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Jalan Raya Haji Usa, Desa Putat Nutug, Ciseeng, Bogor, website www.stsn-nci.ac.id

20. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Jawa Barat, Jalan Jakarta No 31, Bandung, website www.stttekstil.ac.id

21. Sekolah Tinggi Transportasi Darat Jawa Barat, jalan Raya Setu Km 3,5 Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa barat, website www.sttd.wetpaint.com.

22. Sekolah Tingi Kesejahtraan Sosial Jawa Barat, Jalan H Juanda 367, Bandung, website www.stks.ac.id

23. STIS – di bawah Badan Pusat Statistik (dapat uang saku per bulannya Rp. 850.000), pendaftaran online di www.stis.ac.id . Lokasi kuliah Jakarta

24. STPDN/IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.bkd.prov.go.id

25. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta

26. STSN – Sekolah Tinggi Sandi Negara – di bawah Lembaga sandi Negara. Pendaftaran online di www.stsn-nci.ac.id Lokasi kuliah di Bogor.

Monday, September 28, 2015

KISI-KISI MID SEMESTER GASAL BAHASA INGGRIS KELAS VIII K-13

       1. Ungkapan meminta perhatian, mengecek pemahaman, menghargai kinerja baik dan meminta 
          dan mengungkapkan pendapat.
       2. Menyatakan dan menanyakan tentang kemampuan dan kemauan melakukan suatu tindakan.
       3. Ungkapan memberi instruksi, mengajak, melarang minta izin serta responsya   

      4. Teks deskriptif.

          LEBIH LENGKAPNYA DOWNLOAD LINK INI

KISI-KISI MID SEMESTER GASAL BAHASA INGGRIS KELAS VII K-13

  • Greeting, leave-taking, thanking, and apologizing
  • Introduction
  • Days, dates, months, years, and time
  • Personal information
    
            LEBIH LENGKAPNYA DOWNLOAD DISINI

Saturday, August 22, 2015

Menekan Laju Urbanisasi

Setelah terjadi mudik lebaran, kini segera muncul persoalan arus urbanisasi. Arus urbanisasi merupakan gelombang pasang bagi kota. Setelah sekian hari mengalami gelombang surut karena pengaruh mudik lebaran, pasca-lebaran, kota mulai dibanjiri puluhan ribu, bahkan ratusan ribu penduduknya yang telah pulang kampung. Arus urbanisasi kembali menggeliat. Kota yang asalnya sunyi dan sepi karena ditinggalkan sebagian besar penghuninya, kini mulai kembali ramai dan padat.

Tentu, arus urbanisasi ada parodi pada diri konsepsi pembangunan bangsa ini. Bahwa desa juga perlu disentuh pembangunan, atau pembangunan tidak terkonsentrasi pada bagian wilayah Indonesia tertentu, menjadi pekikan yang secara tak langsung untuk menandakan mengerem laju arus urbanisasi. Dan “suara-suara” itu  mengesankan terus menerus serius. Sekaligus, ada kerinduan penanganan arus urbanisasi yang efektif. Bahkan lebih dari sekadar itu. Kita tak bisa lagi melulu dengan sikap pola pikir begitu mentereng tapi sekaligus mencemooh, yang cuma mengambil jarak dari keyakinan-keyakinan membiarkan laju pertumbuhan urbanisasi non-efektif. Sebab, bagaimanapun, kaum urban adalah “jiwa” yang bergemuruh oleh derap pembangunan peradaban kita. Adapun kaum urban disangka datang dari luar “kota kita”, padahal mereka datang dari diri pembangunan juga.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ketimpangan pembangunan desa-kota memantik keinginan warga desa pindah ke kota. Perbedaan upah antara desa dan kota dinilai sebagai faktor penting yang memengaruhi arus urbanisasi. Lapangan pekerjaan di pedesaan semakin berkurang, seiring dengan menyempitnya areal pertanian karena tekanan industrialisasi maupun tekanan demografis. Bagi kaum urban, bekerja di sektor industri di kota lebih pasti pendapatannya ketimbang terus bertahan di desa dan bergelut di sektor pertanian. Sektor pertanian di pedesaan tidak lagi merupakan usaha ekonomi yang menguntungkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kesempatan kerja juga relatif masih lebih banyak tersedia di perkotaan karena pembangunan tidak merata. Itu yang membuat urbanisasi tak terkendali.

Mudrajat (1997) dalam bukunya Ekonomi Pembangunan, Teori, Masalah, dan Kebijakan mengungkapkan, pertumbuhan kota yang lebih cepat akan mengakibatkan terjadinya urbanisasi yang bersifat prematur. Dengan demikian, urbanisasi desa-kota terjadi sebelum industri kota mampu berdiri sendiri. Kaum urban akan tertarik dengan mengadu nasib ke perkotaan meskipun hanya bekerja di sektor informal. Padahal, selama sektor informal cenderung belum memperoleh perhatian dan perlindungan yang memadai dari pemerintah. Akibatnya, sangat riskan menimbulkan efek permasalahan yang merugikan kaum urban sendiri.

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) urbanisasi akan mencapai 68 persen pada 2025. Daerah yang diprediksi akan mengalami tingkat urbanisasi paling besar adalah, provinsi di Pulau Jawa dan Bali. Bahkan tingkat urbanisasi saat ini di empat provinsi di Jawa sudah di atas 80 persen, yaitu di DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Banten. Dari tahun ke tahun, instrumen rutin yang kerap digunakan birokrasi kota-kota besar guna menangkal kaum urban hanya operasi yustisi atau razia. Seperti Jakarta ada Peraturan Daerah No 1/1996 tentang Kependudukan. Perda ini memberi syarat berat bagi penduduk yang ingin masuk Jakarta, antara lain, memiliki tempat tinggal dan pekerjaan di Jakarta. Kegiatan rutin itu selain dinilai tak efektif, juga kerap mengundang reaksi sinis berbagai kalangan.

Laju urbanisasi bisa menjadi momok menakutkan bagi pembangunan bangsa. Pemerintah harus segera membuat kebijakan cerdas dan keberpihakan konsisten pada pemerataan pembangunan dan pemberdayaan perekonomian desa. Saatnya pemerintah lebih serius untuk mengatasi problem krusial urbanisasi dengan kebijakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang merata dan berkeadilan. Selanjutnya perlu menciptakan lapangan kerja baru di daerah, sehingga urbanisasi dapat lebih terkendali.

Program transmigrasi patut dipertimbangkan sebagai strategi menekan laju urbanisasi serta mengimbangi pertambahan jumlah penduduk. Pelaksanaan program transmigrasi ini diharapkan mampu menerobos isolasi di berbagai daerah, mengubah lahan terlantar menjadi sumber pendapatan, mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah serta memberikan lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi jutaan rakyat di seluruh negeri sehingga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum urban.

Upaya lain menekan laju urbanisasi adalah optimalisasi pembangunan sektor pertanian di desa. Masih banyak tanah kosong (lahan tidur) di desa yang belum sepenuhnya termanfaatkan untuk pertanian. Sektor perdesaan dan pertanian merupakan pengguna investasi terbatas yang lebih responsif dibanding perkotaan (Lipton and Vyas, 1981). Dengan mengoptimalkan sektor pertanian, ada harapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Di sinilah dibutuhkan political will dan keseriusan dari pemerintah untuk lebih memperhatikan pembangunan pertanian dan sektor-sektor industri berbasis pedesaan.

Upaya pembangunan desa perlu dukungan dari pemerintah dan pengusaha dengan memberikan insentif pada mereka untuk membangun daerah. Dana desa harus dioptimalkan bagi pengembangan potensi kemajuan dan pembangunan kesejahteraan warga. Hal ini perlu diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia pedesaan sehingga mampu berkompetisi dalam segala bidang, bukan hanya bekerja di sektor informal saja. Pada sisi lain, kaum urban (khususnya pemuda desa) harus memiliki keyakinan bahwa ia bisa suskes dan membangun kampung halamannya sendiri tanpa harus migrasi ke kota. Kembangkan segala sumber daya dan potensi lokal yang ada untuk menciptakan pembangunan yang mensejahterakan penduduk desa.

Selain itu, pemerintah daerah perlu meningkatkan infrastruktur dan akses layanan publik di pedesaan sehingga penduduk desa tak perlu ke kota dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Tak kalah pentingnya adalah revitalisasi program keluarga berencana (KB) untuk menekan angka pertumbuhan penduduk yang tinggi yang menjadi faktor laju urbanisasi. Pertambahan penduduk usia produktif di perkotaan menjadi ancaman tersendiri. Ketika yang datang adalah anak-anak muda usia subur, tanpa pekerjaan dan akhirnya menikah tentu dapat melahirkan generasi miskin baru di perkotaan. Jika semua hal itu konsisten dikerjakan pemerintah daerah dan pusat, problem urbanisasi pasca lebaran, mungkin tak lagi menjadi momok menakutkan.

Oleh Sutrisno
Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
Dimuat di Harian Republika Selasa 28 Juli 2015

Monday, August 3, 2015

BEDO RUPO BEDO ROSO

Rejeki iku ora iso di tiru
Senajan podo lakumu
Senajan podo dodolanmu
Senajan podo kerjomu
Hasil sing ditompo bakal bedo
Iso bedo ning akehe bondho
Iso ugo ono ning roso lan ayeme ati
Yo iku sing jenenge bagiyo mulyo
Kabeh iku soko trisnane Gusti kang Maha Kuwasa
Sopo temen bakal tinemu
Sopo wani rekoso bakal gayuh mulyo
Dudu akehe nanging berkahe kang ndadekake cukup lan nyungkupi.

:)

Wednesday, July 29, 2015

SEJATINING SEPUH


Dados sepuh punika prekawis ingkang sok boten gampil. Tuwa ateges ngenteni metune nyawa, malah wonten ingkang sampun pikun lan kathah kesupenipun. Pramila, sanadyan sampun sepuh/ adiyuswa, Kedah ngudi supados boten ngantos kekirangan pangertosan.

Tiyang sepuh ingkang kirang pangertosan, saget dhawah ing kawontenan ekstrim kalih, inggih punika: Ingkang sepisan Rumaos "wis tuwa gerang (segere arang2), wis loyo, lara2nen, wis ora bisa apa2, wis ora nduwe apa2 lan wis dudu apa2 maneh".

Tiyang sepuh ingkang mekaten rumaos sepi, sepa, lir sepah samun. Sepi tegesipun rumaos tanpa kanca tanpa kanthi, rumaos namung gesang piyambakan Sepa tegesipun gesang boten ngraosaken sakeca, dahar ngunjuk boten kraos eca, lenggah, tindak, sare, inggih boten kraos sakeca.

Sepah, rumaos kados sampah tanpa ginanipun ing bebrayan. Samun, rumaos tanpa aji, kabucal saking bebrayan. Tiyang makaten punika lajeng nuwuhaken semplah ing manah. Minggahipun frustrasi wusana lajeng depresi.Tiyang makaten punika sagetipun namung sambat, boten saget ngaturaken syukur dhateng kanugrahaning Gusti.

Ingkang kaping kalih, Tiyang sepuh ingkang ing pakempalan tumindakipun gonyak ganyuk ngisin-isini. Gonyak ganyuk tegesipun pangandika lan tumindakipun boten trep kaliyan kasepuhanipun. Amargi rumaos "bisa" lajeng kekathahen pangandika, mituruti pamanggihipun pribadi. Boten purun dipun anggep klentu amargi mbujeng pangalembana.Tiyang sepuh ngaten punika winastan gerah post power syndrome, amargi kecalan panguwaos.

KADOSPUNDI DADOS TIYANG SEPUH INGKANG SAESTU? 
Gambaran sejatining sepuh inggih punika: Waspada ing semu, tegesipun mangertosi kersanipun tiyang sanes nadyan boten kawedaraken. Sinamun sinamudana, tegesipun sinaosa pinter nanging kasimpen ing salebeting manah. Kapinteran lan kaprigelanipun boten dipun umukaken. 
Dene menawi dipun suwuni wawasan, anggenipun paring dhawuh kanthi cara ingkang ngremenaken, boten ngremehaken. 

KADOSPUNDI CARANIPUN DADOS SEJATINING SEPUH? 
  1. Kedah kawiwitan kanthi mulat sarira (mawas dhiri) mangertosi kekiranganipun diri. 
  2. Amargi taksih kaparingan gesang dening Gusti, ateges taksih kedah makarya. Wujuding pakaryan saget punapa kemawon, langkung prayogi bilih nindakaken hobby sae. Kadosta: ulah tetanen, nganggit lagu, geguritan, paguyuban karawitan, masak,dugeni yen onten REUNI,jagong yen konco duwe gawe lsp. 
  3. Kangge nyengkuyung mindhaking pangertosan, sae menawi tansah sinau. Sinau punika saget kanthi maos buku2, ugi srawung! kalian kanca. Sinau punika maedahi kangge nyegah tiyang dados pikun, awit nalar tansah dipun asah. Semangat sinau ugi dados tulada tumrap putra wayah. Sing tuwa wae ora kendhat sinau, sing enom kudune luwih tumemen anggone sinau.


Wasana Lepet kupat opore santen, menawi lepat nyuwun gunging pangapunten.

Waosan: SERAT WEDHATAMA anggitanipun KGPAA Mangkunegara IV.

Saturday, May 30, 2015

KISI-KISI UNTUK KELAS PPBI (K-13)



KISI-KISI TEST SEMESTER III
TAHUM PELAJARAN  2014/2015
MAPEL BAHASA INGGRIS
KELAS PPBI (K-13)

      MULTIPLE CHOICE
  1. Sign / Speed limit  (1-3)
  2.  Announcement / The lost boy (4-6)
  3. Greeting card / Success (7-9)
  4.  Recount text / Comparative study in Bali (10-13)
  5. Recount text – Cloze test / The earthquake (14-18)
  6.  Procedure text / Food (19-20)
  7. Procedure text / Helloween costume (22-24)
  8.  Announcement / Dance competition (25-28)
  9. Short message / Dinner (29-32)
  10. 10.  Advertisement / Discount (33-38)
  11. Agreement / Dialogue (39-41)
  12. Procedure text / Cakes (42-43)
  13. Question taq / Dialogue (44-45)
  14. Passive voice / Jumbled words (46)
  15. Past Continuous Tense / Jumbled words (47)
  16. Simple Past Tense / Jumbled words (48)
  17. Recount text / Jumbled sentences (49)
  18. Procedure text / Jumbled sentences (50)

      ESSAY
  1.  Recount text (1-2)
  2. Passive voice (3a-3b)
  3. Question taq (4a-4b)
  4. Making a procedure text / Food and drink (5)

Wednesday, May 27, 2015

KISI-KISI UKK 2014/2015 MAPEL BAHASA INGGRIS KELAS VII (K-13)

KISI-KISI UKK 2014/2015
MAPEL BAHASA INGGRIS
KELAS VII (K-13)

      MULTIPLE CHOICE

  1.  Dialogue / Introduction  (1)
  2. Dialogue / Time (2)
  3. Dialogue / Apologizing (3)
  4. Dialogue / Daily activities (4)
  5. Dialogue / Date (5)
  6. Introduction / Family members (6)
  7. Sign / Maximum speed (7-8)
  8. Notice / Using a handphone (9-10)
  9.  Short message / Cancelling a plan (11-13)
  10. Dialogue / Room (3-6)
  11. Dialogue / Animal (15)
  12. Dialogue / Fruit (16)
  13. Descriptive / Pets (17-19)
  14. Descriptive / Hobby (20-24)
  15.  Simple Present Tense / Daily life (25-26)
  16. Instruction / Shutting the door (27-28)
  17. Short Message / Scouting (29-32)
  18. Descriptive / Famous artist (33-37)
  19. Descriptive/ Things around us (38-42)
  20. Jumbled words /Daily activities (43)
  21. Jumbled words / Introduction (44)
  22. Descriptive / My pets (45-47)
  23. Cloze test / Family members (48-50)


      ESSAY

  1. Descriptive text / My House (1-2)
  2. Jumbled words / Simple Present Tense (3a-3b)
  3. Making an instruction (4)
  4. Making a short paragraph of descriptive text / Animal (5)