NO WASTING TIME!

Kamis, 28 Mei 2020

DIA BUKAN PENGEMIS



"DIA BUKAN PENGEMIS"

Suatu malam setelah maghrib, aku mengendarai mobil ke rumah. Tiba2 rasa migren nyeri menyerang kepala hingga aku menepikan mobilku…
Berhenti sejenak menunggu rasa nyeri berkurang, aku berusaha mengalihkan pikiran dengan melihat sekeliling....
Tiba2 kaca mobilku diketuk seorang anak laki2 kira-kira umur 12 tahun.
“Pak… Bapak mau parkir? Saya bantuin untuk parkir mobilnya ya….” katanya...

“Belum sekarang, saya mau istirahat dulu,” jawabku.

“Kalau gitu apa Bapak punya uang 2000 ?” tanya anak itu.

Karena aku sedang tidak mau diganggu, aku buru2 serahkan uang itu. Aku pikir anak ini mungkin cuma mau minta2. Aku amati anak itu...dia mendekati tukang gorengan lalu membeli beberapa. Kemudian gorengan itu dia berikan pada sesosok orang tua yang duduk di bawah tiang listrik.
Ketika dia melewati samping mobilku, aku buka kaca dan memanggilnya.

“Eh… dik sini…itu siapa?” tanyaku.

“Gak tau Pak… bapak2 tua…, saya juga baru saja ketemu...” jawabnya...

“Loh, tadi kamu minta uang ke saya beli gorengan, kenapa diberikan ke bapak itu ?”

“Oh…saya tadi duduk di situ, ngobrol sama bapak itu. Bapak itu katanya puasa… Tadi saya lihat buka puasanya cuma minum…. Katanya uangnya habis. Hari ini saya nggak jualan koran... Tanggal merah pak..  Jadi ga punya uang.. . Saya cuma ada 1000, kalau beli gorengan cuma dapat 1 kasihan ga kenyang. Makanya saya minta bapak 2000. Biar dapat 3... Bapak mau parkir sekarang ? Saya bantuin parkir ya pak… Bapak kan udah bayar. Kalau saya sebenernya bukan tukang parkir,” katanya tertawa sambil garuk garuk pipinya.

Aku terdiam. Tadi aku pikir anak ini pengemis seperti anak2 yang biasa mangkal di jalan. Ternyata aku salah besar.
“Terus uang kamu habis dong dik?” tanyaku.

“Iya pak… Nggak apa2… Besok bisa jualan koran… Insya Allah ada rejekinya lagi.”

“Kalau gitu Bapak ganti ya uangnya dik … Sekalian sisanya buat jajan…” kataku sambil menyerahkan lembaran uang Rp 20.000,-.

“Nggak usah pak… Jangan… Ibu saya sebetulnya melarang saya minta2... Makanya saya tawarin Bapak parkirin mobil bapak. Soalnya tadi saya kasihan bapak itu aja. Cuma saya bener2 nggak punya uang,”  katanya lagi...

“Eh… bapak minta maaf ya tadi salah sangka sama kamu… Kirain kamu tukang minta2” kataku merasa bersalah.

“Saya yang minta maaf pak… Saya jadi minta uang duluan sama bapak.. Padahal saya belum kerja.”

“Sama2lah… Ini ambil uangnya… Ini kamu nggak minta, bapak yang beri...” kataku.

“Nggak Pak, Makasih. Bapak mau parkir sekarang ?” tanyanya lagi.

“Nggak… Bapak nggak usah dibantu parkir,” kataku.

“Beneran pak ? Soalnya saya mau jemput adik saya ngaji dulu bu… Takut nangis kalau kelamaan telat jemputnya…”

“Udah, sana jemput aja adiknya…” kataku tersenyum.

“Makasih ya, Pak…” katanya setengah berlari meninggalkan saya yang termangu.
Saya menoleh ke tiang listrik, bapak tua itu sudah pergi. Saya lihat dari spion mobil, anak itu berjalan setengah berlari.

Diluar sana banyak orang tidak seberuntung kita, tapi mereka masih memikirkan sesama, masih berusaha bersedekah dan sangat yakin akan jaminan rezeki.

Terima kasih nak, kamu hari ini telah memberikan pelajaran akhlaq yang luar biasa untuk saya … Semoga hidupmu berlimpah berkah dan rezeki....

Saya starter mobilku dan melaju pelan2 menuju rumah.
Aku sediiih dan menangis,  kerena belum bisa berbuat banyak untuk sesama....

Berbagi tak harus menunggu kaya

#muhasabahdiri
Dari Nenk Azka
Seperti yang ditulis di wall fb Mila Karmila
Reaksi:

0 komentar: